Aina Anindya Putri Mahasiswi jurusan pariwista di salah satu Universitas di Indonesia. Hobi keliling dan traveling. Hobi menulis sejak remaja dan ingin berbagi cerita di alawisata.com.

Tempat Wisata di Bontang

9 min read

Tempat Wisata di Bontang

Pernah mendengar sebelumnya apa itu Bontang? Nah kali ini alawisata akan membahas tentang tempat wisata yanga da di kota Bontang, sebelum itu yuk kenalan dulu dengan kota Bontang.

Bontang merupakan salah satu kota yang berada di provinsi Kalimantan Timur, berjarak 120 km dari kota Samarinda. Kota ini memang bukan kotayang terkenal, namun ternyata di kota ini terdapat tiga perusahaan besar yang berdiri yaitu Badak NGL (Gas Alam), Pupuk Kalimantan Timur, dan Indominco Mandiri (Batubara).

Selain itu, ternyata di kota Bonang juga menyimpan potensi wisata yang tak kalah menarik dari kota lain. Tak jarang banyak lokasi wisata yang memang belum dikenal oleh banyak orang namun memiliki keindahan alam yang sangat menakjubkan dijamin apa yang dimiliki oleh kota ini sudah cukup memikat hati anda sekalian.

Untuk anda yang berencana berlibur ke kota Bontang, kali ini alawisata akan membantu perjalanan anda dengan memberikan beberapa rekomendasi tempat wisata yang layak untuk anda kunjungi, yuk langsung simak baik-baik.

1. Pantai Marina

Pantai Marina

  • Lokasi : Satimpo, Bontang Selatan, Kota Bontang, Kalimantan Timur
  • Tiket Masuk : Rp 10.000
  • Jam Buka : 24 jam (Senin-Minggu)
  • Fasilitas : arena bermain, perahu untuk olahraga sailing

Yups mestinya kalian sudah pernah dengar tentang Pantai Marina, namun bukan pantai yang di Batam atau pun di Jawa, kali ini pantai ini berada di kota Bontang. Hanya saja, lokasi pantainya berada di dalam kawasan Marina PT Badak NGL, jadi bisa dikatakan lokasinya agak tersembunyi.

Walaupun lokasinya tersembunyi, namun keindahan pantainya tidak usah diragukan lagi. Pasirnya yang putih kontras dengan birunya air laut tentu menarik siapa saja yang melihatnya.

Sayangnya pantai ini masih menjadi polemik pasalnya belum di ketahui secara pasti apakah memang terbuka untuk umum atau tidak. Sebab, beberapa pengunjung dapat masuk ke area pantai karena memang memiliki rekan yang bertugas di PT Badak NGL.

Namun kalau anda tidak memilki keistimewaan tersebut, anda masih dapat menikmati keindahan pantai lewat Pelabuhaan Berbas Pantai atau dari Café Singapore.

Bila anda berkesempatan untuk memasuki kawasan pantai, anda akan mengetahui kenapa kawasan ini tidak sepenuhnya dibuka untuk umum, karena Marina PT Badak NGL adalah kawasan pertambangan migas, yang sebenarnya diperlukan perlengkapan safety terstandardisasi untuk memasuki kawasan ini, terutama area pabriknya.

2. Pulau Gusung

Pulau Gusung

  • Lokasi : Sebelah utara Bontang berjarak ± 6 mil laut
  • Tiket Masuk : –
  • Jam Buka : 24 jam (Senin-Minggu)

Pulau Gusung merupakan pulau berpenghuni yang memiliki sekitar 300 kepala keluarga dengan meta pencahariannya sebagai nelayan tradisional.

Untuk mencapai pulau ini, pengunjung bisa mengendarai speed boat selama 20 hingga 25 menit yang berada di Pelabuhan Loktuan, Pelabuhan Tanjung Limau, dan di Bontang Koala. Selama di perjalanan para pengunjung akan disuguhkan dengan kilag atau pabrik pengolahan yang akan semakin menarik saat malam tiba, karena emarak cahya lampu- lampu neon yang digunakan untuk penerangan pabrik begitu indah untuk dipandang.

Sesampainya di Pulau, anda akan beristirahat di Posyandu yang memang biasa digunakan sebagai tempat peristirahatan para wisatawan sambil membakar ikan laut. Selain itu, anda juga dapat bermain volly karena memang disana terdapat sebuah lapangan volly yang dibuat oleh LSM setempat untuk menunjang fasilitas pulau tersebut.

3. Pulau Beras Basah

Pulau Beras Basah

  • Lokasi : Kota Bontang, Kalimantan Timur
  • Tiket Masuk : –
  • Jam Buka : 24 jam (Senin-Minggu)

Jika anda sedang berada di kota Bontang, maka wajib hukumnya ana singgah ke pulau yang satu ini. Pulau ini disebut-sebut sebagai surganya kota Bontang. Kepopulerannya pun tidak hanya bagi wisatawan domestik namun wisatawam mancanegara juga sering berkunjung ke pulau ini.

Ombaknya yang tenang lengkap dengan hamparan pasir putih yang bersih membuat siapa saja betah dibuatnya. Tak hanya itu, pemandangan bawah lautnya pun tidak usah diragukan lagi.

Asal muasal penamaan pulau ini konon dahulu ada sebuah kapal yang membawa beras dan berlabuh di pulau ini. Karena takut berlayar karena ombak, maka muatannya pun dituraunkan di pulau ini, dan kemudian beras- beras tersebut diturunkan dan menjadi basah karena terkena ombak. Jadilah hal ini menjadi nama bagi pulau ini, yakni Beras Basah.

Ciri khas dari pulau ini ialah adanya mercusuar berwarna putih yang tak diketahui kapan asal-usul pembangunannya.

4. Teluk Kaba

Teluk Kaba

  • Lokasi : Sangkima Lama, Sangatta Sel., Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur
  • Tiket Masuk : –
  • Jam Buka : 09.00-17.00
  • Fasilitas : jajanan kuliner

Tempat wisata selanjutnya yang akan alawisata bahas adalah Teluk Kaba. Teluk ini merupakan bagian dari Taman Nasional Kutai.

Disini para pengunjung dapat melakukan berbagai kegiatan outdoor yang menarik seperti camping, snorkeling, mancing, dan juga trekking, serta juga ada kegiatan menjelajah hutan. Jadi jika anda tertantang untuk hal diatas, tentunya Teluk ini harus menjadi destinasi wajib yang harus anda kunjungi.

5. Desa Selangan dan Tihi-Tihi

Desa Selangan dan Tihi-Tihi

  • Lokasi : Selatan Kota Bontang, tengah-tengah selat Makasar, Kalimantan Timur
  • Tiket Masuk : –
  • Jam Buka : 24 jam (Senin-Minggu)

Inginkeluar dari hiruk pikuk riuhnya kegiatan ibukota? Yuk liburan ke Desa Selangan dan Tihi-Tihi. Letaknya yang berada di tengah – tengah selat makassar ini sangat menarik dan sangat cocok untuk dijadikan tempat pelepas penat. Selain itu, suasana yang tercipta pun tidak akan anda temui di perkotaan dan dijamin membuat anda enggan untuk beranjak dari tempat ini.

Hampir 95% penduduk asli setempat berprofesi sebagai nelayan, sehingga kita akan mudah menjumpai berbagai jenis rumput laut yang di budidayakan oleh masyarakat setempat.

Hasil panen rumput laut tersebut juga dijadikan sebagai sumber makanan pokok desa Selangan. Tak hanya itu, terkadang hasil panen rumput laut tersebut juga di jual bahkan sampai eksport ke luar negeri seperti jepang, china, korea selatan, dan lainnya.

Laman: 1 2 3 4 5

Aina Anindya Putri Mahasiswi jurusan pariwista di salah satu Universitas di Indonesia. Hobi keliling dan traveling. Hobi menulis sejak remaja dan ingin berbagi cerita di alawisata.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *