Aina Anindya Putri Mahasiswi jurusan pariwista di salah satu Universitas di Indonesia. Hobi keliling dan traveling. Hobi menulis sejak remaja dan ingin berbagi cerita di alawisata.com.

Tempat Wisata di Banjar

11 min read

Tempat Wisata di Banjar

Pernah denger kota Banjar sebelumnya? Eitss bukan Banjarmasin, apalagi Banjarnegara. Tapi Banjar satu ini merupakan kota otonom di Jawa Barat yang berbatasan dengan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Banjar ini menjadi gerbang utama jalur lintas di Jawa Barat. Nah, untuk membedakan antara Banjarmasin dan Banjarnegara, kota ini juga sering disebut dengan Banjar Patroman (dari nama asal “Banjar Pataruman”). Dan kali ini alawisata akan membasa tentang tempat wisata yang ada di kota Banjar.

Kota yang mungkin jarang di dengar namanya ini ternyata menyimpan potensi wisata yang menakjubkan loh. Tak kalah dengan kota di Jawa Barat lainnya, Banjar Patroman juga memiliki objek wisata mulai dari wisata alam, sejarah, budaya, hingga kuliner.

Ingin tahu dimana saja lokasi wisata ciamik yang ada di Banjar? Untuk itu alawisata akan memberikan beberapa referensi tempat wisata yang ada di kota Banjar Patroman, yuk kita simak baik-baik

1. Danau Mandalare

Danau Mandalare

  • Lokasi : Desa Mandalare, Kecamatan Pataruman, Kabupaten Banjar Patroman, Jawa Barat
  • Tiket Masuk : –
  • Jam Buka : 24 jam (Senin-Minggu)

Kolam Mandalare cukup populer di media sosial, namun anehnya tak ada satu pun yang memberikan nama yang jelas mengenai tempat yang keren ini. Kabar baiknya sekarang kolam ini sudah memiliki julukan yaitu Danau Mandalare. Mandalere sendiri merupakan nama dari sebuah desa di Kecamatan Pataruman Kabupaten Banjar Patroman Jawa Barat dimana kolam ini berada, sehingga kolam ini dimani dengan Danau Mandalare.

Desa ini di dominasi dengan adanya perbukitan, perkebunan serta kawasan bebatuan, sehingga tak heran keindahan Danau Mandalare juga karena adanya pemandangan dari perbukitan dan hutan nan indah serta tebing batu yang menjulang. Siap siap anda akan dibuat bisu oleh keindahan yang disuguhkan danau yang satu ini.

2. Situ Leutik

Situ Leutik

  • Lokasi : Dusun Pasirnagara dan Dusun Babakanpace, Desa Cibeureum, Kecamatan, Kota Banjar
  • Tiket Masuk : –
  • Jam Buka : 24 jam (Senin-Minggu)
  • Fasilitas : jogging track

Menurut Yayan Sukirlan selaku Kepala Desa Cibeureum, Situ Leutik ini merupakan sebuah danau kecil yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu, namun keberadaanya baru diproses dan dikembangkan pada tahun 2006. Dan rencananya untuk menunjang pariwisata kawasan ini akan didirikan kios cendramata, sarana outbond, kantin-kantin, perahu dayung, dan juga sepeda air.

Karena kondisi jalannya yang terbilang cukup baik untuk dilintasi, makan kawasan ini juga menjadi salah satu tempat favorit untuk kegiatan jogging atau pun hanya sekedar duduk bersantai sembari menikmati pemandanga hamparan air nan luas bahkan anda juga dapat memancing disini.

Terlepas dari keindahan danau, konon katanya danau ini juga terdaoat cerita mistis yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Cerita mistis terebut ialah adanya hantu cantik Jaenah yang menempatai danau ini. Jadi buat anda yang ngaku punya nyali gede, kayaknya wajib banget nih main ke Situ Leutik.

3. Situ Mustika

Situ Mustika

  • Lokasi : Karangpanimbal, Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat
  • Tiket Masuk : –
  • Jam Buka : 24 jam (Senin-Minggu)

Situ Mustika ini dibangun pada tahun 1950-an dengan tujuan awal untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat sekitar dan Rumah Sakit Umum Banjar. Namun, semakin hari kawasan Situ Mustika ini menjadi obyek wisata lokal bagi warga Banjar Patroman.

Saat anda sampai di situ ini anda akan disuguhkan dengan pemandangan alam danau serta hutan tanaman campuran. Berbagai aktivitas bisa anda lakukan disini seperti duduk santai di pulau yang berada di tengah danau, jalan-jalan mengelilingi danau, piknik, mendaki gunung, berperahu dan memancing.

Selain itu kawasan ini juga dapat digunakan untuk kegiatan outbond dan kegiatan pendidikan ataupun penelitian serta kegiatan lain seperti reuni dan munggahan.

Menengok ke sebelah barat sisi situ terdapat puncak Gunung Babakan. Pemandangan tersebut mampu menarik wisatawan yang ingin mencari ketenangan di sela kesibukannya dengan duduk santai dan menikmati keadaan sekitar situ.

4. Sungai Citanduy

Sungai Citanduy

  • Lokasi : Jawa Barat
  • Tiket Masuk : –
  • Jam Buka : 24 jam (Senin-Minggu)

Dengan pajang mencapai 178,40 km (111 mil) sungai ini menjadi pembelah antara tiga kabupaten sekaligus yaitu Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Cilacap.

Walaupun bukan menjadi destinasi wisata komersil tetapi banyak juga pemuda pemudi yang nongkrong di pinggir sungai ini sebab memiliki pemandangan bagus. Bahkan beberapa titik di pinggir sungai ini juga telah dibangun taman-taman cantik.

Keunikan dari sungai ini ialah saat air sedang surut, akan ada penampakan langka yang muncul ke permukaan dan menjadi salah satu objek tontonan masyarakat yaitu tank peninggalan Belanda. Tank baja tersebut tidak diketahui dengan pasti bagaimana bisa tenggelam di dalam sungai namun yang pasti saat tank muncul ke permukaan banyak anak-anak yang menonton dan menjadikannya wahana bermain.

5. Pulomajeti (Rawaonom)

Pulomajeti (Rawaonom)

  • Lokasi : Lingkungan Siluman Baru, Kelurahan atau Kecamatan Purwaharja Kota Banjar
  • Tiket Masuk : –
  • Jam Buka : 24 jam (Senin-Minggu)

Tak kalah dari Situ Leutik, situs rawaonom ini bahkan lebih kuat aroma mistisnya. Pulomajeti sendiri merupakan sebuah pulau kecil di tengah rawa (pesawahan) di Dusun Siluman, Purwaharja yang dimana itu merupakan situs keramat bagi yang mempercayainya. Karena kepercayaan akan keramatnya, tak jarang Pulomajeti ini di jadikan tempat muja bagi para pencari harta keduniawian.

Konon katanya, Pulomajeti merupakan salah satu situs peninggalan kerajaan di Tatar Sunda pada zaman buhun (dahulu).

Alkisah suatu hari Sang Raja memerintahkan para patihnya untuk membangun istana baru di kawasan Pulomajeti tersebut. Dan kemudian sang patih dengan bangganya segera menjalankan perintah rajanya. Namun disaat istana selesai di bangun, sang patih bukannya menyerahkan istana tersebut pada Raja, tapi malah menjadikan dirinya sebagai raja di Pulomajeti. Namun demikian, Sang Patih juga tidak menginginkan terjadinya bentrokan dengan kerajaan terdahulu. Maka dari itu dia beserta seluruh rakyatnya berubah menjadi “onom” (sebangsa siluman atau makhluk halus) dan berpindah alam.

Lalu selanjutnya masyarakat setempat mempercayai bahwa bangsa onom ini adalah sebagai pelindung Bupati Ciamis. Namun seiring perkembangan zaman, kepercayaan tersebut perlahan-lahan mulai luntur. Ditambah setelah Banjar memisahkan diri dari Ciamis, sekarang tidak pernah ada lagi ritual onom yang dulu selalu di lakukan oleh pemerintahan Kabupaten Ciamis.

Laman: 1 2 3 4 5

Aina Anindya Putri Mahasiswi jurusan pariwista di salah satu Universitas di Indonesia. Hobi keliling dan traveling. Hobi menulis sejak remaja dan ingin berbagi cerita di alawisata.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *